Konferensi Asia Afrika 1955 - cekbuk /* contents of a small JavaScript file */

Header Ads

Konferensi Asia Afrika 1955

Dari beberapa referensi situs yang cekbuk dapatkan, tanggal 18 April dinyatakan sebagai hari nasional peringatan Konferensi Asia Afrika atau KAA yang terjadi pada tahun 1955. Namun, secara internasional Hari Konferensi Asia-Afrika secara resmi ditetapkan setia tanggal 24 April. Penetapan tersebut merupakan salah satu kesepakatan semua pemimpin negara Asia dan Afrika yang hadir dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika.
Konferensi Asia Afrika sendiri adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada tanggal 18-24 April Tahun 1955 di Bandung yang merupakan salah satu hasil dari keputusan yang diperoleh dari Konferensi Bogor pada tanggal 28-29 Desember 1954. 
Konferensi Asia Afrika pertama kali diselenggarakan pada tanggal 18-24 April Tahun 1955 di Bandung yang merupakan salah satu hasil dari keputusan yang diperoleh dari Konferensi Bogor pada tanggal 28-29 Desember 1954. Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 23 negara dari Asia dan 7 negara dari Afrika. Sedangkan Federasi Afrika Tengah (Rhodesia) tidak hadir dalam konferensi tersebt karena masih dijajah Inggris.
Image source:news.okezone.com
Konferensi Asia Afrika dihadiri oleh 23 negara dari Asia dan 7 negara dari Afrika. Sedangkan Federasi Afrika Tengah (Rhodesia) tidak hadir dalam konferensi tersebt karena masih dijajah Inggris. Negara-negara tersebut adalah:
1. Indonesia
2. Afghanistan
3. Kamboja
4. RRC / Cina
5. Mesir
6. Ethiopia
7. India
8. Filipina
9. Birma
10. Pakistan
11. Srilanka
12. Vietnam Utara
13. Vietnam Selatan
14. Saudi Arabia
15. Yaman
16. Syiria
17. Thailand
18. Turki
19. Iran
20. Irak
21. Sudan
22. Laos
23. Libanon
24. Liberia
25. Thailand
26. Ghana
27. Nepal
28. Yordania
29. Jepang  

KAA sangat bermanfaat bagi negara-negara di Asia dan Afrika, karena banyak negara di Asia dan Afrika yang sebelumnya dijajah menjadi negara merdeka, ketegangan dunia mulai mereda dan dihapusnya politik perbedaan warna kulit. Selain itu, Konferensi Asia Afrika Bandung juga menghasilkan beberapa keputusan penting, di antaranya:
  1. memajukan kerja sama antarnegara di kawasan Asia dan Afrika dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan,
  2. menyerukan kemerdekaan Aljazair, Tunisia, dan Maroko dari penjajahan Prancis,
  3. menuntut pengembalian Irian Barat (sekarang Papua) kepada Indonesia dan Aden kepada Yaman,
  4. menentang diskriminasi dan kolonialisme,
  5. ikut aktif dalam mengusahakan dan memelihara perdamaian dunia.
Bandung Declaration (Deklarasi Bandung) atau Dasasila Bandung tercetus dari Konferensi Asia-Afrika tersebut, yaitu sepuluh poin yang berisi pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia. Isi Dasasila Bandung adalah:
  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat dalam Piagam PBB.
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa besar maupun kecil.
  4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan persoalan dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian atau kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
  6. Tidak mempergunakan peraturan-peraturan dari pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara besar dan tidak melakukan tekanan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman-ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain.
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan jalan damai, sesuai dengan piagam PBB.
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerja sama.
  10. Menghormati hukum dan kewajiban-kewajiban internasional.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.